MALANG
Pendopo Kawedanan Pagentan, Kecamatan Singosari, menjadi saksi lahirnya semangat baru bagi komunitas Panahan Panji Singhasari. Minggu (12/7/2026) malam, organisasi yang mengusung pelestarian budaya melalui olahraga tradisional itu resmi mengukuhkan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031.
Pengukuhan berlangsung khidmat setelah diawali latihan panahan dan penampilan Tari Topeng Malangan yang menggambarkan kuatnya keterkaitan antara olahraga panahan dengan nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur Singhasari.
Sorotan utama dalam kegiatan tersebut tertuju kepada Pembina Panahan Panji Singhasari, Ivan Syailendra, yang memimpin langsung prosesi pengukuhan. Dengan membacakan Surat Keputusan Nomor 0302/SK-PENGURUS/PS/01/2026 yang mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, ia secara resmi menetapkan kepengurusan baru Panahan Panji Singhasari periode 2026–2031.
Dalam arahannya, Ivan Syailendra menegaskan bahwa kepengurusan baru harus menjadi awal kebangkitan organisasi untuk semakin berkembang, tidak hanya sebagai wadah olahraga panahan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga dan memperkenalkan budaya Singhasari kepada masyarakat.

“Panahan Panji Singhasari harus mampu menjadi rumah bagi para pecinta panahan sekaligus menjadi bagian dari pelestarian sejarah dan budaya. Organisasi ini harus hadir untuk membina generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan mencintai warisan leluhurnya,” tegas Ivan.
Ia juga mengingatkan seluruh pengurus agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan organisasi, serta terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, komunitas budaya, dan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Diah Lastmi, Panit Samapta Polsek Singosari Iptu Cuncun, perwakilan Camat Singosari Abid R.H., Babinsa Kelurahan Pagentan Serma Rahmat Bintoro dan Kopka Prassetia, Sekretaris Kelurahan Pagentan Samsul, tokoh masyarakat, budayawan, serta para pegiat panahan.
Perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Diah Lastmi, mengapresiasi keberadaan Panahan Panji Singhasari yang mampu menggabungkan pembinaan olahraga dengan pelestarian budaya. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga identitas budaya Kabupaten Malang sekaligus mencetak atlet-atlet panahan yang mampu berprestasi.
Sementara itu, Ketua Panahan Panji Singhasari yang baru dikukuhkan, Ayu Suci, menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan visi organisasi melalui berbagai program pembinaan atlet, pelestarian budaya, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Dengan kepengurusan baru ini, Panahan Panji Singhasari optimistis mampu berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga menjadi salah satu penggerak pelestarian budaya di Kabupaten Malang.
Acara berlangsung tertib, lancar, dan penuh kekeluargaan hingga ditutup dengan doa bersama sebagai simbol dimulainya perjalanan baru Panahan Panji Singhasari dalam mengemban amanah lima tahun ke depan.
(Ananta)














