banner 728x250

ECO Office DLH Kabupaten Instansi Pertama Sebagai Percontohan Di Resmikan Bupati Malang 

Malang – DLH kabupaten instansi pertama yang meresmikan sebagai percontohan penerapan kantor berbudaya lingkungan. ECO office, yang di resmikan langsung oleh Bupati malang pada hari senin (31/8/2026) di kantor DLH Kabupaten malang Di jalan nusa barong kasin kecamatan klojen kota Malang .

Hadir dalam peresmian ini HM Sanusi Bupati Malang , Bupati Malang HM Sanusi, Dr .Ir Budiar M.SI ( sekda ), Dr.Nurman Ramdyansah ( kepala kepegawaian ),Dr. Ahmad Dzulfikar ST,MT .( kadin DLH), Dedik Tri Basuki SE,MM (kabid pengolahan Sampah dan limbah )serta jajaran Dinas ketahanan pangan dan jajaran DLH .

Bupati malang menegaskan, ECO Office bukan sekadar menata tampilan kantor agar terlihat bersih dan hijau. Lebih dari itu, program tersebut harus menjadi bagian dari perubahan perilaku aparatur dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

“Perubahan perilaku itu yang paling penting. Kepala daerah dan seluruh aparatur pada dasarnya adalah pelayan masyarakat. Karena itu, kemandirian, efisiensi, dan budaya menjaga lingkungan harus dimulai dari lingkungan kerja kita sendiri,” kata Sanusi.

Menurutnya, DLH harus mampu menjadi percontohan bagi perangkat daerah lainnya dalam menerapkan manajemen lingkungan sekaligus membangun budaya kerja yang mandiri dan efisien.

Sanusi juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang menyiapkan regulasi dan langkah pelaksanaan agar penerapan ECO Office tidak berhenti di DLH.

“Nanti penerapannya bisa dimulai dari kepala OPD dan camat. Saya sudah meminta Sekda untuk menyiapkan regulasi pelaksanaannya, sehingga program ini dapat menjadi contoh dan diterapkan secara lebih luas,” tegasnya.

Sanusi juga menyinggung pentingnya perubahan sistem pengelolaan sampah. Menurutnya, pengelolaan tempat pemrosesan akhir (TPA) di sejumlah negara telah berkembang menjadi ruang yang bersih, tidak menimbulkan bau, bahkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi maupun rekreasi keluarga.

Sementara itu Ahmad Dzulfikar Nurrrahman selalu kadin DLH kab malang menyampaikan saat di wawancara awak media, pihaknya berkomitmen menjadikan ECO Office bukan sekadar program, melainkan bagian dari budaya kerja yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh pegawai.

“Kami ingin membangun budaya kerja yang care terhadap lingkungan. Jadi bukan hanya tampilan kantor yang berubah, tetapi perilaku sehari-hari seluruh pegawai juga harus berubah,” ungkap DZulfikar

Menurutnya, sejumlah kebiasaan ramah lingkungan mulai diterapkan di lingkungan kantor DLH Kabupaten Malang. Salah satunya melalui pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, sehingga sampah dapat dikelola dengan lebih baik sejak dari sumbernya.

Selain itu, DLH juga mendorong pengurangan penggunaan kertas serta plastik sekali pakai dalam aktivitas perkantoran. Para pegawai juga dibiasakan menggunakan tumbler pribadi sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah plastik.

Penataan ruang kerja turut menjadi perhatian. Lingkungan perkantoran diarahkan agar lebih mendukung efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus mengurangi produksi sampah yang berasal dari aktivitas sehari-hari.

Dzulfikar menegaskan, penerapan ECO Office membutuhkan komitmen bersama. Sebab, program tersebut tidak akan berjalan maksimal apabila hanya mengandalkan perubahan fasilitas maupun penataan fisik kantor.

“Yang paling penting adalah konsistensi. Kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan bersama-sama akan menjadi budaya kerja dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap lingkungan,” tegasnya .

Melalui penerapan ECO Office, aktivitas perkantoran diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menekan jejak lingkungan dan emisi yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari.

Karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari seberapa bersih, hijau, atau tertatanya sebuah kantor. Lebih dari itu, indikator keberhasilan juga terlihat dari sejauh mana seluruh aparatur mampu menerapkan kebiasaan ramah lingkungan secara konsisten dalam bekerja.

DLH Kabupaten Malang sebagai instansi percontohan selanjutnya.

(Ananta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *