banner 728x250

Karnaval Selamatan Desa Sidodadi Meriah ,Usung Semangat “Tradisi Terjaga, Desa Berjaya”

MALANG – Gemuruh kemeriahan pecah di Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Minggu (9/8/2026). Ribuan warga dari tujuh dusun memadati jalan-jalan desa untuk mengikuti sekaligus menyaksikan karnaval dalam rangkaian Selamatan Desa Sidodadi dan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejak siang, suasana di sekitar Kantor Desa Sidodadi mulai dipenuhi warga. Peserta karnaval berdatangan dengan beragam kostum, ornamen, hingga kreasi unik yang mencerminkan semangat gotong royong dan kreativitas masyarakat.

Kemeriahan bahkan terus berlangsung hingga malam hari. Sepanjang rute karnaval, warga terlihat antusias menyaksikan setiap rombongan yang melintas. Sorak-sorai dan tepuk tangan pun mengiringi penampilan peserta yang datang dari berbagai wilayah desa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Lawang Nur Soleh Hidayat, S.STP., MM, Ipda Hartono yang mewakili Kapolsek Lawang, serta Sertu Agus yang mewakili Danramil Lawang.

Bagi masyarakat Sidodadi, karnaval bukan sekadar hiburan. Momentum tersebut menjadi ruang bersama untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat persaudaraan warga dari tujuh dusun dan 16 RW.

Kepala Desa Sidodadi, Agus Rudi Iswanto, mengatakan karnaval merupakan bagian dari rangkaian Selamatan Desa sekaligus peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Seluruh rangkaian kegiatan tahun ini dilaksanakan selama empat hari.

“Untuk kegiatan hari ini kita laksanakan selamatan desa dan juga peringatan HUT RI yang ke-81. Rangkaian kegiatan kita laksanakan selama empat hari,” kata Agus.

Sebelum karnaval digelar, rangkaian kegiatan telah diawali dengan Sotmil Turan, ziarah leluhur, dan zikir bersama. Memasuki hari kedua, kemeriahan berlanjut dengan karnaval yang melibatkan masyarakat dari seluruh wilayah Desa Sidodadi.

Menurut Agus, karnaval di Desa Sidodadi digelar secara berkala setiap dua tahun sekali. Pelaksanaannya merupakan hasil kesepakatan bersama antara pemerintah desa, lembaga desa, dan masyarakat.

“Kegiatan karnaval di Desa Sidodadi dilaksanakan dua tahun sekali. Ini sesuai dengan kesepakatan dari semua lembaga desa,” jelasnya.

Mengusung tema “Tradisi Terjaga, Desa Berjaya”, perayaan tahun ini sekaligus menjadi penegasan komitmen Desa Sidodadi untuk terus menjaga tradisi dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.

Tema tersebut, kata Agus, sejalan dengan visi pembangunan Desa Sidodadi melalui konsep “BISA”, yakni B berakhlak, I inovatif, S sinergi, dan A aman.

“Untuk tema tahun ini adalah ‘Tradisi Terjaga, Desa Berjaya’. Ini sesuai dengan visi kami selaku Kepala Desa menjadikan Desa Sidodadi BISA, dengan artian B-nya berakhlak, I-nya inovatif, S-nya sinergi, dan A-nya aman,” ungkapnya.

Agus berharap Selamatan Desa tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah untuk merawat tradisi, memperkuat persatuan, sekaligus membangun semangat kebersamaan masyarakat.

Ia ingin tradisi yang selama ini hidup di tengah masyarakat tetap terjaga, sementara pembangunan desa terus bergerak menuju kondisi yang semakin maju dan sejahtera.

“Harapan kami tentunya Desa Sidodadi ke depan semakin maju, masyarakat semakin kompak, dan kehidupan masyarakat semakin sejahtera, harmonis, serta penuh kebersamaan,” ujarnya.

Di tengah kemeriahan acara, Agus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi dalam rangkaian Selamatan Desa 2026.

“Kepada semua warga kami, khususnya warga Desa Sidodadi dari tujuh dusun, kami dari Pemerintah Desa mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi dan support-nya dalam melaksanakan Selamatan Desa tahun 2026,” tuturnya.

Ucapan terima kasih juga diberikan kepada seluruh lembaga desa, unsur keamanan, serta berbagai pihak yang ikut mendukung kelancaran kegiatan.

Tak lupa, Agus mengapresiasi kehadiran insan media yang turut mengabadikan dan memberitakan rangkaian kegiatan masyarakat Desa Sidodadi.

“Terima kasih banyak kepada teman-teman media yang sudah berkenan meliput kegiatan di Desa Sidodadi ini. Semangat selalu, kita harus terus bersinergi dengan teman-teman media,” pungkasnya.

Kemeriahan karnaval pun menjadi gambaran kuat bahwa tradisi, kebersamaan, dan semangat kemerdekaan masih tumbuh subur di tengah masyarakat Desa Sidodadi. Dari kreativitas warga hingga semangat gotong royong, semuanya berpadu menjadi satu pesan: tradisi tetap dijaga, kebersamaan terus dirawat, dan desa bergerak menuju kejayaan.

(Ananta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *