banner 728x250

KKI Kabupaten Malang Hadiri Hari Kebaya Nasional 2026 Yogyakarta Dengan Jarit Topeng Malangan

YOGYAKARTA – Semangat melestarikan budaya Nusantara kembali ditunjukkan Komunitas Kebaya Indonesia (KKI) Malang Raya dengan berpartisipasi dalam peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 yang digelar di Plaza Museum Monumen Serangan Umum 1 Maret, Kota Yogyakarta, Jumat (24/7/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya khas Malang melalui perpaduan kebaya dan ikon Topeng Malangan.

Peringatan yang mengusung tema “Pesona Kebaya Indonesia untuk Dunia” tersebut diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah. Hadir dalam kesempatan itu Ketua KKI Indonesia Dr. Erna Bayu Setyaningrum, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Lucia Daning Krisnawati, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi, GKBRAA Paku Alam, komunitas kebaya dari berbagai provinsi, pegiat budaya, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum.

Rangkaian acara berlangsung meriah dengan parade kebaya, peragaan busana, pertunjukan 600 perempuan berkebaya memainkan angklung, flashmob, serta penampilan seni budaya yang menggambarkan keberagaman tradisi Indonesia. Seluruh kegiatan menjadi bentuk penghormatan terhadap kebaya yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.

Ketua KKI Kabupaten Malang, Dra. Endah Purwatiningsih, mengatakan kehadiran rombongan Malang Raya bukan hanya untuk mengikuti peringatan nasional, tetapi juga membawa misi memperkenalkan identitas budaya daerah kepada masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kebaya jarit batik topeng dari Batik Kanthil ini dapat berpadu harmonis dengan budaya lokal. Karena itu kami menghadirkan Topeng Malangan sebagai ciri khas Kabupaten Malang yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan seni yang tinggi,” ungkapnya.

Menurut Endah, Topeng Malangan tidak hanya dikenal melalui seni pertunjukan tradisional, tetapi juga menjadi inspirasi berbagai motif batik karya perajin lokal. Perpaduan unsur budaya tersebut diharapkan mampu memperkuat daya tarik budaya Malang di tingkat nasional maupun internasional.

Rombongan KKI Kabupaten Malang juga memanfaatkan kunjungan ke Yogyakarta untuk mengunjungi sejumlah destinasi bersejarah, seperti Keraton Yogyakarta, kawasan Istana Kepresidenan, Candi Prambanan, hingga Situs Ratu Boko. Di lokasi-lokasi wisata tersebut, para anggota KKI mengenakan kebaya sekaligus mengenalkan budaya Indonesia kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dalam sambutannya, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengajak seluruh masyarakat menjadikan kebaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pengakuan UNESCO harus menjadi motivasi bersama untuk terus menjaga dan mempromosikan kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi menegaskan pentingnya regenerasi agar kebaya tetap lestari. Generasi muda, menurutnya, perlu diberi ruang untuk mengenal dan mencintai kebaya melalui pendekatan yang kreatif tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang melekat di dalamnya.

Bagi KKI Malang Raya, keikutsertaan dalam Hari Kebaya Nasional menjadi lebih dari sekadar menghadiri seremoni. Kehadiran mereka merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antardaerah dalam menjaga warisan budaya sekaligus mengangkat potensi lokal agar semakin dikenal di kancah nasional hingga dunia.

“Melalui kebaya dan Topeng Malangan, kami ingin menunjukkan bahwa budaya daerah adalah kekuatan bangsa. Semoga kebaya terus menjadi simbol persatuan sekaligus media memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia” pungkas Endah.

(Ananta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *