banner 728x250
Berita  

Dengan Penuh Khimad, Acara Peresmian Pendopo Nuswantoro Bangkit Dan Hadir Majelis Dzikir Kolo Cokro

Malang || Minitor Sigap.com_.

Cuaca yang cerah dan Suasana yang penuh dengan kedamaian dan masyarakat sekitarnya pun sangat mendukung diselenggarakan nya acara Peresmian Pendopo dan sekalian melaksanakan malam Suro malam yang penuh dengan Makna dan Kesakralan Alam Ghoib.

Acara diselenggarakan tepatnya didalam terminal Mulyorejo RT. 05 RW.03 Desa Mulyorejo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang.

Antusias warga sekitarnya maupun warga dari luar daerah berdatangan untuk mengikuti acara tersebut.

Masyarakat memadati berkumpul disebuah Pendopo Agung, sekitar kurang lebih ratusan orang yang mengikuti acara Peresmian Pendopo acara dimulai pada jam 21.30 wib s/d selesai dini hari pada hari kamis.

Tidak luput pula yang datang dalam acara, khususnya warga masyarakat Malang Raya yang tergabung di dalam sebuah wadah organisasi yang bernama Nuswantoro Bangkit, mengadakan acara Peresmian Pendopo sebagian Markas Nieswantoto Bangkit untuk tempat berkumpul dan silahturahmi.

Angin malam yang menyapa suasana pada saat itu, dibarengi dengan lantunan tembang doa jawa yang dipimpin oleh Bopo Sukidi gondrong.

Bopo Sukidi melantunkan tembang dengan syahdu menandakan ritual selamatan suroan yang mengiringi peresmian pendopo.

Acara tersebut dihadiri pula beberapa paguyuban masyarakat yang diantaranya Dewan Kesenian Masyarakat Propinsi Jawa Timur, Paguyuban Pengobatan Alternatif Yayasan Suryo Negoro, Majelis Dzikir Kolo Cokro dalam naungan Perkumpulan Kolo Cokro Grup, Padepokan Ngudar Ruwet Hidayah Grup, Padepokan Munajatul Haqq, Perkumpulan Kejawen, Pemuda Pancasila dan Muspika Wagir, Koramil dan Polsek Wagir.

Acara yang sakral dengan selamatan syuroan, di barengi dengan lantunan tembang macapat an yang dipimpin oleh Bopo Sukidi dengan dibarengi Doa Sakral yang dipimpin oleh Ki Tarom.

Tidak hanya itu, di acara tersebut juga diadakan tawasul kepada para leluhur, para Nabi dan Rasul yang dipimpin oleh Ki Junaidi Al-Fatah.

Doa penutup yang dibacakan oleh Ki Suroso seniman Topeng Malangan yang mewakili DKM Propinsi Jawa Timur.

Ketua Nuswantoro Bangkit menyatakan bahwa diadakan acara tersebut bertujuan untuk menyambung dan mempererat saduluran(persaudaraan) baik antar anggota maupun dengan paguyuban atau organisasi lainnya.

Acara demi acara dapat berjalan dengan lancar aman terkendali tidak ada hal-hal yang menonjol ataupun tidak ada pihak yang menggangu jalannya acara tersebut.

Diakhir acara, tim Nuswantoro Bangkit membagikan makanan dari tumpeng tumpeng yang disajikan, ayam ingkung, pisang dan buah buahan.

(Ito).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *