banner 728x250

Pembukaan Gebyak Suro “Tilik Sisik Melik Candhi Renggo” Singosari, Padukan Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi

MALANG – Menyambut momen pergantian tahun baru Jawa Suro, Komunitas Singo Renggo Waskito (SRW) berkolaborasi dengan Mbagedhut Crew serta didukung penuh oleh Nakagomiofficial Store menyelenggarakan acara budaya besar bertajuk Gebyak Suro SRW Mbagedhut 2026 dengan tema “Tilik Sisik: Melik Candhi Rengga”. Kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai Jumat hingga Sabtu, 10–11 Juli 2026, berpusat di kawasan Jalan Kertarejasa RW.03, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Gebyak Suro ini bukan sekadar perayaan seremonial semata, melainkan dirancang dengan tujuan utama menjaga dan melestarikan warisan seni budaya leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat; kedua, menjadi ajang pemberdayaan ekonomi rakyat melalui penguatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Singosari dan sekitarnya. Penyelenggara ingin memastikan tradisi tidak hilang tertelan zaman, sekaligus membuka ruang bagi ekonomi warga untuk terus bergerak maju.

Hadir dalam keguatan ini di antaranya,
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, Bapak Drs. Firmando Hasiholan, M.M,
Camat Singosari Bapak Wellem, S.Sos., S.Ling,
Danramil Singosari yang diwakili Sertu Zaini, Kapolsek Singosari yang diwakili Aipda Taufik,
Lurah Candirenggo,

Ibu Melani Astuti, S.Sos., Babinsa Candirenggo Serda Lukman,
Ketua LPMK Kelurahan Candirenggo Bapak Ivan Syailendra, Ketua RW 03 Bapak Yoyok, Panji Singhasari .
Masyarakat pelestari situs dan budaya , toga, tomas , budayawan ,seniman, pelaku UMKM, generasi muda, serta diharapkan kehadiran seluruh lapisan masyarakat, wisatawan, dan pecinta budaya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, Drs. Firmando Hasiholan, M.M., memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Saya sangat mengapresiasi inisiatif Komunitas Singo Renggo Waskito dan seluruh pihak yang terlibat. Gebyak Suro ini menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal tidak hanya berharga sebagai warisan leluhur, melainkan juga dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Firmando menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang sangat mendukung langkah kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga tradisi. “Kegiatan seperti ini selaras dengan visi kami menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Semoga semangat yang ditunjukkan warga Candirenggo dapat menular ke wilayah lain, sehingga kearifan lokal kita semakin dikenal dan membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan warga,” tambahnya.

Ketua Panitia Moch Anas Ardiansyah menegaskan, “NAKAGOMIOFFICIAL STORE bertekad penuh memperkuat peran UMKM sebagai motor pemerataan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, menjadikannya tulang punggung ekonomi yang mandiri dan berdaya saing kuat.”

Ia menambahkan, Nakagomiofficial store juga berkomitmen menjaga identitas budaya: “Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah, generasi muda, dan masyarakat untuk melestarikan seni budaya lewat edukasi, pemanfaatan teknologi digital, dan pagelaran, agar tradisi tetap relevan dan memperkuat kebanggaan lokal.”
Semoga dengan acara ini semakin memperkokoh persatuan warga serta menjaga kearifan lokal tetap hidup.

(Ananta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *