banner 728x250

Driver Ojek Online Geruduk DPRD Pasuruan, Protes Kualitas BBM Diduga Rusak Mesin Motor

Pasuruan – Minitor Sigap.com_.

Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai platform, termasuk Grab, Gojek, Maxim dan Shopee, menggelar aksi demonstrasi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pasuruan pada Selasa (4/11/2025).

Aksi ini menuntut pertanggungjawaban atas dugaan masalah kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Petralite yang disebut merusak mesin sepeda motor mereka.

Para driver menuntut adanya tindakan nyata dari pemerintah daerah dan lembaga legislatif untuk menyelesaikan masalah ini, termasuk klaim ganti rugi dari pihak terkait.

Keluhan Mesin ‘Mencendut’ dan Tuntutan Ganti Rugi

Koordinator aksi, Muhammad Yunus, menyampaikan keluhan utama para pengemudi, yaitu motor mereka sering mengalami gangguan seperti *nyendut-nyendut* (tersendat-sendat) tak lama setelah mengisi BBM di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Sebagian besar motor telah memerlukan perbaikan, seperti pembersihan filter dan komponen mesin.

Para pengemudi menyoroti bahwa pihak SPBU kerap membela diri dengan alasan telah rutin mengambil sampel BBM setiap pagi. Namun, temuan di lapangan menunjukkan ada sampel yang tidak sesuai dengan kualitas BBM yang dijual.

Tuntutan utama para ojol adalah:

1. *Kompensasi dan Ganti Rugi:* DPRD diminta menerbitkan surat atau pemberitahuan kepada pihak SPBU dan Pertamina untuk mengawal proses klaim ganti rugi atas perbaikan sepeda motor yang rusak.

2. *Uji Silahturahmi dan Mediasi:* Memanggil pihak-pihak terkait—SPBU, Pertamina, dan lembaga pengawas—untuk menyelesaikan kasus, terutama karena upaya koordinasi yang sempat mereka lakukan sebelumnya tidak membuahkan hasil.

3. *Sidak Mendalam:* Melakukan inspeksi mendadak (*sidak*) ke SPBU yang terindikasi menjual BBM berkualitas buruk.

DPRD Akui Ada Laporan dan Segera Tindak Lanjuti

Menanggapi keluhan ojol, Ketua DPRD Kota Pasuruan, M. Toyib, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menyatakan bahwa laporan serupa telah banyak diterima. Bahkan, ia secara pribadi mengaku mengalami masalah yang sama pada kendaraan pribadinya.

“Memang banyak laporan. Saya juga mengalami sendiri kok, ada sepeda motor baru kok nyendut-nyendut gitu lho. Tak lihat bensinnya kok masih ada. Ini barangkali salah satu bukti juga memang harus kita tindak lanjuti,” ujar M. Toyib.

Ia menegaskan bahwa masalah ini tidak hanya merugikan para pengemudi ojol, tetapi juga masyarakat luas, sehingga perlu penanganan serius dari pemerintah dan lembaga DPRD.

Rencana Pemanggilan Pihak Terkait dan Sidak Lintas Wilayah

DPRD berjanji akan segera menindaklanjuti tuntutan para pengemudi ojol. Dalam waktu dekat, DPRD akan mengagendakan rapat dengan memanggil pihak SPBU dan Pertamina. Rapat ini direncanakan akan didampingi oleh aparat penegak hukum (Polres) atau Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desperindak) sebagai pengawas.

Lebih lanjut, M. Toyib menyatakan bahwa tindak lanjut tidak hanya akan dilakukan di Kota Pasuruan, tetapi juga di Kabupaten Pasuruan melalui sidak bersama. Jika terbukti ada masalah kualitas BBM, DPRD tidak ragu meminta agar penjualan BBM jenis Petralite di SPBU yang bermasalah dihentikan.

“Kalau memang terjadi, terbukti, ya stop dulu. Enggak boleh jualan itu, Petralite itu,” tegasnya, seraya menekankan perlunya koordinasi ke tingkat pusat untuk penanganan kebijakan BBM secara menyeluruh.

Aksi damai ini berakhir setelah perwakilan ojol menerima janji tindak lanjut yang akan dilaksanakan oleh lembaga legislatif Kota Pasuruan.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *